DIBACA

Selamat Datang Fashionista.

Juli 03, 2017

OPINI : Kucing dan Manusia Sama? Masa?

Hai...gua Dini Yudistira seorang yang berusaha jadi blogger tapi jarang banget nulis hehe dan ingin mencoba nge-blog lagi. So, guys...gua kali ini balik dengan konten seru (menurut gua ajasii...). Konten yang bakal gua angkat ini tentang hal yang agak sensitif tapi bisa mengingatkan kita sebagai manusia yang berakal. Perlu diingat ya teman-teman, hal yang gua tulis ini hanyalah opini saja, jadi kalian sebagai pembaca boleh setuju boleh juga tidak. Boleh mengkritik asalkan jangan nge-gas cmiiw...

Sadar ngga sadar, pasti lo semua sering ngeliat kucing teriak-teriak ngga jelas. Beberapa dari kalian pasti udah tau penyebabnya tapi ada juga yang mungkin belum tau. Ada yang bilang pengen kimpoi, ada juga yang bilang lagi pengen berantem. Yaaap bener banget...memang kucing kalo lagi pengen kimpoi harus teriak-teriak dulu (so does human, even suaranya ngga kenceng...ko gua tau banget? haha). Teriak-teriak juga bisa karena lagi pengen berantem sama kucing lain, sebenernya kucing peliharaan kita dirumah bukan sepenuhnya hewan lucu, mereka juga punya naluri membunuh lho (it’s a fact)
Naluri membunuh seekor kucing pada dasarnya karena kucing suka berburu. Tapi kucing gua dirumah baik-baik aja ama gua? Oke, kucing bakal ngeluarin naluri berburunya saat merasa terancam maupun kelaparan. Kalo lo ngasih makan, kucing lo bakal baik baik aja pasti. Dibalik kelucuan maupun kepolosan kucing, dia cuma manfaatin kita, dia nurut ama kita sebagai majikannya ya karena makanan aja. Hmmm...percaya ngga percaya ya, guys. Tapi coba aja ngga lo kasih makan, and see apakah dia bakal pergi atau tetap disitu?
Terus mana hubungannya sama kalimat gua diawal tentang “bisa mengingatkan manusia sebagai makhluk berakal”? wait...lemesin dulu, bray. Saatnya masuk ke kalimat opini, gengs.
Manusia juga pada dasarnya sering teriak-teriak. Masa? Lo liat teriak-teriaknya manusia lewat kegemaran mereka yang suka mengkritik lainnya atau dalam bahasa kekiniannya bacot. Bacotannya manusia sering memicu konflik antar sesama manusia. Masyarakat biasa hingga pejabat pemerintahan pun sering berkonflik, awalnya darimana menurut kalian? Dari mulut juga. Tapi tujuannya yang beda, kalo kucing berantem karena pejantan kucing yang mau kimpoi saling adu kekuatan untuk dapetin betina dan manusiapun kadang beradu kekuatan untuk mendapatkan wanita tapi bedanya tujuannya bukan untuk kimpoi, tapi bisa jadi karena perasaan. (irrasional banget tapi sering terjadi)
Fakta kedua bahwa kucing termasuk hewan teritori/nomaden, mereka berantem untuk mempertahankan teritorial mereka. Jika wilayah kekuasaan mereka merasa diganggu, mereka bakal berusaha untuk mempertahankannya. Hal ini pun juga menjadi sikap manusia yang selalu ingin mempertahankan kekuasaan mereka melalui segala cara, even through a bad way.

Ini contoh berita yang gua dapet hari ini guyys...
Yaaa...sekian opini gua tentang manusia. Entah manusia yang mirip binatang atau binatang yang mirip manusia. Lah ko bisa? Iya itu tadi opini bego aja..Tapi yang jelas, manusia sama binatang itu sangat jauh berbeda (gua juga gamau disamain sama hewan keleeus). Kita manusia memiliki akal, kita termasuk makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ingat! KESEMPURNAAN MILIK ALLAH SWT. Maka dari itu, sebagai sesama manusia janganlah mau dikalahkan sama ego masing-masing untuk saling menunjukkan superioritas. Jangan juga memanfaatkan mulut untuk saling menjatuhkan. Jangan mau disamain sama hewan jugaa... :D

Tidak ada komentar: